Prohibited from copying, since this copyright

Rabu, 19 Oktober 2011

Download

Cara download :

1. Klik Link di bawah ini.
2. Setelah itu tunggu Five Second
3. Kemudian klik " SKIP ADD "

================================================



Software Orcad, untuk membuat skema PCB

Cara download :

1. Klik Link di bawah ini.
2. Setelah itu tunggu Five Second
3. Kemudian klik " SKIP ADD "

================================================



Software Orcad, untuk membuat skema PCB

Read More......

Minggu, 09 Oktober 2011

Tugas Resume RL VII

Tegangan adalah suatu perbedaan potensial yaitu perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu materi. Di satu sisi materi terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang mempengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, materi tersebut menjadi bertegangan listrik. Besarnya efek dari aliran listrik tersebut tergantung dari besarnya perbedaan elektron yang terkumpul di suatu materi (beda potensial).


V1 – V­2 + V3 = V


Arus listrik adalah banyaknya elektron (muatan listrik) yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere, diambil dari nama seorang ahli fisika Perancis Andre Marie Ampere (1775-1836). Arus listrik mengalir dari kutub positif menuju kutub negative, hal itu disebabkan karena kutub positif memiliki potensial lebih tinggi dibanding kutub negative.



ia – ib + ic = i


Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.


Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri

Tegangan adalah suatu perbedaan potensial yaitu perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu materi. Di satu sisi materi terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang mempengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, materi tersebut menjadi bertegangan listrik. Besarnya efek dari aliran listrik tersebut tergantung dari besarnya perbedaan elektron yang terkumpul di suatu materi (beda potensial).


V1 – V­2 + V3 = V


Arus listrik adalah banyaknya elektron (muatan listrik) yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere, diambil dari nama seorang ahli fisika Perancis Andre Marie Ampere (1775-1836). Arus listrik mengalir dari kutub positif menuju kutub negative, hal itu disebabkan karena kutub positif memiliki potensial lebih tinggi dibanding kutub negative.



ia – ib + ic = i


Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.


Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri

Read More......

Sabtu, 08 Oktober 2011

Welcome to My Blog Me

Finally, blogs have no content as well, hopefully this blog useful to you all who visit my blog

Finally, blogs have no content as well, hopefully this blog useful to you all who visit my blog

Read More......

Tugas Resume RL VI


Node dan Percabangan

 
Node berarti simpul/percabangan. Dalam analisis ini, fokus pada arus yang masuk dan keluar pada percabangan dalam suatu rangkaian. Analisis ini mengacu pada Kirchoff’s Current Law (KCL) yang berbunyi “Jumlah arus yang masuk dan keluar pada percabangan suatu rangkaian listrik bernilai nol”. Untuk simpul ground tidak dimasukkan ke perhitungan analisi node.





Contoh :








Node : 2
Cabang : 4


Node dan Percabangan

 
Node berarti simpul/percabangan. Dalam analisis ini, fokus pada arus yang masuk dan keluar pada percabangan dalam suatu rangkaian. Analisis ini mengacu pada Kirchoff’s Current Law (KCL) yang berbunyi “Jumlah arus yang masuk dan keluar pada percabangan suatu rangkaian listrik bernilai nol”. Untuk simpul ground tidak dimasukkan ke perhitungan analisi node.





Contoh :








Node : 2
Cabang : 4

Read More......

Tugas Resume RL V


Kombinasi Tahanan dan sumber
(Resistor Seri dan Paralel)








 








RS = R1 + R2
      = 2 + 3 = 5 Ω

 



 

1/RT = 1/RS + 1/R3
        = 1/5  +  5/5
1/RT = 6/5 Ω  è RT = 5/6 Ω


==========================================================

Contoh :

 

















 
Carilah R ekuivalen jika dilakukan pengukuran pada titik:


          R (A-B)
          R (A-D)
          R (B-D)
          R (A-C)
          R (B-C)
          R (C-D)


 
Jawaban :

          R (A-B) = 60 + 80 II 80 = 100 K Ω
          R (A-D) = 25 + 80 II 80 = 65 K Ω
          R (B-D) = 60 + 25 = 85 K Ω
          R (A-C) = 30 + 80 II 80 = 70 K Ω
          R (B-C) = 60 + 30 = 90 K Ω
          R (C-D) = 30 + 25 = 55 K Ω


 


Kombinasi Tahanan dan sumber
(Resistor Seri dan Paralel)








 








RS = R1 + R2
      = 2 + 3 = 5 Ω

 



 

1/RT = 1/RS + 1/R3
        = 1/5  +  5/5
1/RT = 6/5 Ω  è RT = 5/6 Ω


==========================================================

Contoh :

 

















 
Carilah R ekuivalen jika dilakukan pengukuran pada titik:


          R (A-B)
          R (A-D)
          R (B-D)
          R (A-C)
          R (B-C)
          R (C-D)


 
Jawaban :

          R (A-B) = 60 + 80 II 80 = 100 K Ω
          R (A-D) = 25 + 80 II 80 = 65 K Ω
          R (B-D) = 60 + 25 = 85 K Ω
          R (A-C) = 30 + 80 II 80 = 70 K Ω
          R (B-C) = 60 + 30 = 90 K Ω
          R (C-D) = 30 + 25 = 55 K Ω


 

Read More......

Tugas Resume RL IV


Analisis Rangkaian Loop Tunggal





          Kita gunakan hukum tegangan Kirchhoff pada jalan tertutup yang ada  
                      - Vs1 + VR1 + Vs2+ VR2 = 0

          Selanjutnya gunakan hukum Ohm kepada elemen penahan,
                            - VR1 = R1i dan VR2 = R2i

          Maka didapatkan,
                             - Vs1 + R1i + Vs2+ R2i = 0

          Sehingga :




Analisis Rangkaian Loop Tunggal





          Kita gunakan hukum tegangan Kirchhoff pada jalan tertutup yang ada  
                      - Vs1 + VR1 + Vs2+ VR2 = 0

          Selanjutnya gunakan hukum Ohm kepada elemen penahan,
                            - VR1 = R1i dan VR2 = R2i

          Maka didapatkan,
                             - Vs1 + R1i + Vs2+ R2i = 0

          Sehingga :



Read More......

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tugas Resume RL III


HUKUM KIRCHOFF’S

Kirchhoff's voltage law (KVL)

 

Tegangan suatu lintasan tertutup adalah nol. Hukum ini berdasarkan kekekalan "energi yang diserap atau dikeluarkan medan potensial" (tidak termasuk energi yang hilang karena disipasi). Diberikan sebuah tegangan listrik, suatu muatan tidak mendapat atau kehilangan energi setelah berputar dalam satu lingkaran sirkuit karena telah kembali ke potensial awal.

V­­1 ­= V2 – V­3   ­                   ∑V = 0




 -V­­1 ­+ V2 – V­3   = 0









Contoh Soal :












Jawaban : 

V4 = V1 + V2 + V3
     = 14
I = V / R = 14 / 100 = 0.144 = 140 mA


HUKUM KIRCHOFF’S

Kirchhoff's voltage law (KVL)

 

Tegangan suatu lintasan tertutup adalah nol. Hukum ini berdasarkan kekekalan "energi yang diserap atau dikeluarkan medan potensial" (tidak termasuk energi yang hilang karena disipasi). Diberikan sebuah tegangan listrik, suatu muatan tidak mendapat atau kehilangan energi setelah berputar dalam satu lingkaran sirkuit karena telah kembali ke potensial awal.

V­­1 ­= V2 – V­3   ­                   ∑V = 0




 -V­­1 ­+ V2 – V­3   = 0









Contoh Soal :












Jawaban : 

V4 = V1 + V2 + V3
     = 14
I = V / R = 14 / 100 = 0.144 = 140 mA

Read More......

Tugas Resume RL II



HUKUM OHM ( Ω )



Tegangan mempunyai berbagai jenis bahan pengantar adalah berbanding lurus dengan arus yang mengalir melalui bahan tersebut.


V = I . R


V = Tegangan
I = Arus
R = Hambatan

============================================

DAYA

Perkalian antara V dan I akan menghasilkan daya yang diserap oleh resistor

Secara matematis :


P = V . I
P = I­­2 . R
P = V2 / R

P = Daya (Watt)
I = Arus (Ampere)
V = Tegangan (Volt)
R = Resistansi (Ohm)



===========================================


KONDUKTANSI

Perbandingan antara arus dan tegangan



HUKUM OHM ( Ω )



Tegangan mempunyai berbagai jenis bahan pengantar adalah berbanding lurus dengan arus yang mengalir melalui bahan tersebut.


V = I . R


V = Tegangan
I = Arus
R = Hambatan

============================================

DAYA

Perkalian antara V dan I akan menghasilkan daya yang diserap oleh resistor

Secara matematis :


P = V . I
P = I­­2 . R
P = V2 / R

P = Daya (Watt)
I = Arus (Ampere)
V = Tegangan (Volt)
R = Resistansi (Ohm)



===========================================


KONDUKTANSI

Perbandingan antara arus dan tegangan

Read More......